Rabu, 01 Juni 2011

FAKTA MENARIK SEPUTAR UAP

UAP telah berlalu dan meninggalkan beberapa kejadian yang menarik.Berikut beberapa fakta menarik menyangkut UAP versi ON I SUT (biar berasa kaya acara ditipi…)

Pertama; CONTEKAN
Contekan kadang dirasakan sebagai menu wajib bagi para peserta ujian. Tapi hal tersebut bukannya tanpa risiko. Salah satunya ialah resiko malu apabila ketahuan pengawas. Dalam UAP kemarin rekor tersebut telah dianugerahkan pada seseorang karena mencetak ketahuan di dua mata pelajaran sekaligus. Lebih mengesankan lagi saat ia pindah meja, dilacinya banyak terdapat kertas yang tentu saja bukan contekannya, namun sudah tentu pengawas tetap menyatakan ia sebagai tersangka… (Aku jadi kasihan, sabar yah…)

Kedua; DATANG TELAT
Kadang kita melihat seseorang datang terlambat, apa yang ada dipikiran kita? Menyalahkan dan menganggapnya malas, tidak mau mengorbankan waktu untuk datang lebih awal. Saya berkesempatan mewawancarai secara eksklusif seorang nara sumber yang sering datang terlambat. Ternyata ia terlambat memang karena jarak tempuh yang sangat jauh. Lama perjalannya 4 jam! Bayangkan, disaat kita masih terlelap tidur, ia telah siap berangkat demi mencari ilmu. Semoga ilmu yang engkau dapatkan menjadi berkah bagimu, salut akan perjuanganmu. Semangat selalu, oke?!

Ketiga; SAKIT
Dua hari bukanlah waktu yang singkat dalam menempuh ujian. Fisik yang lelah dan tekanan mental yang berat bisa menjadi pemicu sakit. Beberapa anak terlihat pucat dan tidak enak badan di hari terakhir ujian. Saya berdoa semoga kalian cepat diberi kesembuhan oleh Allah SWT.

Keempat; TEMPAT FAVORIT
Ada jeda waktu saat ujian hari kedua selama 4 jam (yang nantinya akan sangat disesalkan kenapa waktu ini tidak dimanfaatkan untuk belajar). Saat itu tempat yang menjadi favorit untuk berkumpul adalah masjid dan satu lagi adalah warnet. Tentu saja banyak alasan untuk memilih tempat ini, dan diantara banyak alasan hanya beberapa saja yang berniat untuk belajar bersama. Mengenaskan.

Kelima; PUBER KEDUA
‘Salaman dulu dong, kamu manis sih…’ Kalau saja kalimat itu keluar dari mahasiswa yang masih seangkatan tentunya adalah hal yang biasa. Bagaimana jika kalimat tersebut datangnya dari pengawas ujian. Tentu saja ini membuat resah yang digoda dan tentu saja berimbas pada hasil pengerjaan soal. Melihat usia pengawas, saya bisa menyimpulkan bahwa ini gejala puber kedua (udah tua soalnya, hehe…) Hanya satu saran dari saya buat sang pengawas. Lain kali jangan memakai bahasa vulgar seperti itu. Coba dong pakai kalimat berikut, “Bapak kamu jualan gula yah? Soalnya kamu manis sih…”

Keenam; OPEN BOOK
Peristiwa yang paling tragis ialah salahnya perkiraan jenis ujian mata kuliah terakhir. Dosen jauh-jauh hari telah mengatakan jika ujian bersifat open book. Saat ujian dimulai, terjadilah bencana tersebut. Ternyata sifat ujian harus tutup buku. Dosen pengawas menunaikan kewajibannya untuk menyingkirkan buku kami secara tegas. Kami hanya bisa meratap, mau nangis malu juga. Kesimpulan, OPEN BOOK artinya saat belajar dirumah, memang harus buka buku lah….

Ketujuh; BUKU YANG BARU BELI
Issue open book memang sangat menarik sekali. Bahkan mahasiswa bela-belain beli buku dulu menjelang hari ujian. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan mereka saat menghadapi kenyataan sifat ujian tutup buku? Saran saya kalian memandang semua dari segi positifnya. Buku itu selalu bermanfaat, mungkin saat ini bukan untuk kita, di lain hari mungkin sangat berguna bagi orang lain.

Kedelapan; KETOPRAK
Banyak anak yang mengeluh tentang sifat ujian yang keliru. Yang lebih luar biasa lagi ada yang menyalahkan ketoprak sebagai alasan otaknya bleng dalam mengerjakan soal. Mengingat dengan teori apapun hal tersebut tidak bisa dijelaskan, maka kita menganggap orang tersebut gila!

Itulah delapan kejadian menarik saat UAP kemarin versi ON I SUT…..

Nb: Yang mau komen, jangan sebut-sebut nama menyangkut ulasan tersebut diatas. Kita belajar tentang profesionalisme jurnalist, kalian harus bisa menjaga privasi orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar